Taqwa

Taqwa

Ketika Taqwa Menjadi Solusi Jitu

Taqwa menjadi sumber pemecah (solusi) segala masalah yang paling utama. Bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam pada saat ini sekarang ini mengalami krisis multidimensi (krisis ekonomi, politik, hokum dan sebagainya).

Mengapa mesti terjadi seperti ini? Padahal mayoritas masyarakat Indonesia yang beragama Islam. Yang menjadi persoalan adalah bangsa Indonesia yang mayoritas Islam tersebut belum mau menjadi umat yang bertaqwa. Ketaqawaan bagi umat Islam Indonesia sebagian besar hanya lisan saja. Padahal Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan bertaqwa kemudahan-kemudahan serta nikmat yang banyak.

Ciri utama orang bertaqwa adalah menjadikan Al Qur’an sebagai petunjuknya dan tidak merasa ragu terhadapnya. Karena memang Al Qur’an tidak ada keraguan di dalamnya. Allah berfirman dalam Q.S Al Baqarah ayat : 2,

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,”

Dalam diri orang yang bertaqwa, bekerja merupakan suatu bentuk ibadah yang mesti dijalankan dalam kehidupan di dunia untuk mencapai amal sholih sebanyak banyaknya, sebagai bekal kehidupan di akhirat dan untuk menambah kerukunan di muka bumi ini.

Jika kita menganalisis ayat tersebut, maka akan dapat ditarik kesimpulan bahwa Allah memberikan banyak kelebihan, kenikmatana dan kebahagiaan bagi orang-orang yang bertaqwa. Salah satu nikmat Allah yang diberikan adalah nikmat harta kekayaan. Namun pada realitasnya kita mesti harus introspeksi diri, sebab kekayaan, peluang ekonomi dan duniawi telah dikuasai oleh orang kafir dan kita juga harus ingat pula bahwa setiap orang yang tidak beriman (kafir) menguasai sesuatu bukan untuk kemaslahatan umat, namun untuk membuat kerusakan di muka bumi ini.

Maka seharusnya kenikmatan yang berupa harta tersebut berada di tengah-tengah orang-orang sholih yang bertaqwa yang akan membawa kemakmuran dan kesejahteraan di muka bumi ini.

Manfaat harta yang bersih dan halal berada di tangan orang yang bertaqwa sangatlah banyak, ibarat pohon kurma yang tidak menyisakan sedikitpun buahnya, melainkan seluruhnya bermanfaat untuk manusia sehingga tidak ada alasan bagi seorang muslim yang ingin meraih hidup bahagia di dunia dan di akhirat, bermalas malasan dan berpangku tangan.

Dengan hidup berkecukupan, menuntut ilmu menjadi mudah, beribadah menjadi lancar, bersosialisasi menjadi gampang, bergaul semakin indah, bedakwahpun semakin sukses, berumah tangga semakin stabil dan beramal sholih semakin tangguh.

Oleh karena itu, harta yang ada pada tangantangan orang yang bertaqwa tidak akan menjadi sarana perusak tatanan kehidupan serta penghancur kebahagiaan keluarga. Harta di tangan orang beriman akan menjadi penyeimbang dalam beribadah dan perekat hubungan antar sesama. Harta akan menjadi energy yang memancarkan masa depan yang cerah, menjadi kekuatan yang mengandung berbagai macam keutamaan dan kemuliaan dunia dan akhirat, serta penggerak roda dakwah dan jihad di jalan Allah.

Dengan demikian, mari dengan sungguh-sungguh kita melakukan ukhuwah terhadap bangsa kita, sebab Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum/bangsa kecuali kaum itu mau merubahnya sendiri.

Dengan mengedepankan ukhuwah Islamiyah, maka kita harus berkarya dengan mengedepankan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Dari diri sendiri

  2. Dari yang terkecil

  3. Mulailah sekarang juga

  4. Istiqomah

Semoga kita termasuk orang-orang bertaqwa yang mempunyai etos kerja tinggi yang akan mampu keluar dari berbagai krisis yang menimpa bangsa ini dan sekaligus menyelamatkan bangsa ini dari penjajahan modern melalui ekonomi, politik dan budaya, dan tercapailah Negara yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur.